AYAM HUTAN BETINA; Pada ke mana?

Ada pertanyaan menarik yang diajukan di group fb APAHI Pusat ; Pada kemana ayam hutan betina, kok yang dimunculkan selalu ayam hutan jantan? Pertanyaan yang menarik dan perlu segera kita jawab.

Sesuai fakta, memang sangat jarang ayam hutan betina dimunculkan di berbagai group perayamhutanan yang ada di fb. Apakah memang tidak ada ayam hutan yang selamat, disembelih karena kurang laku atau sebab apa kirakira? Facebook adalah ajang pamer. Sangat personal. Seringkali apa yang kita punya, segera kita pamerkan secepat orang menyebar berita hoax. Tapi ayam hutan betina, kenapa tidak dipamerkan juga?

Baik, saya yakin bukan berarti tidak ada ayam hutan betina yang dipelihara. Tetapi sebab beberapa alasan, hingga ayam hutan betina jarang dimunculkan. Pertama, masalah harga. Hingga saat ini, para penggemar ayam hutan masih menganggap ayam hutan betina kurang berharga. Artinya, harga betina masih jauh dibawah harga ayam hutan jantan. Padahal dalam hal pemeliharaan dan perawatan sama sulitnya. Karena secara ekonomi kurang menjanjikan, maka ayam hutan betina jarang dimunculkan.

Kedua, untuk materi breeding di kandang sendiri. Menunggu ayam hutan betina hingga dewasa dan memasuki usia produktif bukanlah hal mudah. Seringkali hingga usia setahun lebih, ayam hutan betina belum juga mau bertelor. Begitu ayam hutan betina bertelor, giranglah kita. Yang ditunggu tunggu datang juga. Nah, ayam betina seperti ini jika dijual paling ditawar 500k dan itupun jarang yang berani membelinya. Emaneman bukan? Lebih baik untuk breeding di kandang sendiri dan anakan atau telor yg dihasilkan bisa dipamerkan.

Ketiga, rata-rata ayam hutan betina dipiara di kandang polier. Ini menyebabkan dia kurang begitu jinak dalam arti tak mudah untuk dipegang. Berbeda dengan yang dirawat di sangkar kecil seperti sangkar SR misalnya. Selain boros pakan, di sangkar kecil sulit untuk dikawinkan. Terkecuali beberapa anggota APAHI yang bisa mengawinkan AHH dengan inseminasi buatan (IB). Karena di kandang besar, maka jarang ia dipamerkan.

Keempat, eman-eman. Dipamerkan bisa juga berarti boleh dibeli. Maka jika ayam hutan betina dimunculkan, akan muncul banyak inbox mengenyang/menawar. Repotnya, jika ayam sudah ditawar dan tak juga dijual akan beresiko pada kematian. Inilah juga salah satu alasan ayam hutan betina tak dimunculkan.

Baik, cukup itu kirakira alasan dalam versi saya kenapa ayam hutan betina seakan tidak ada. Padahal di kandang anggota APAHI ada banyak sekali. Mereka sering muncul di group WA regional tentu saja. Dan, tidak untuk dijual. Kecuali kepepet butuh. Haha..

Tulisan ini dipublikasikan di Ayam Hutan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan