Tentang APAHI

Beberapa Hal

1. Tujuan utama APAHI adalah melestarikan Ayam Hutan Indonesia. Banyak jalan yg bisa kita tempuh untuk mencapai tujuan ini. Beberapa jalan sudah kita lalui, tinggal kita lanjutkan hingga sampai ke tujuan.

2. APAHI hadir dari banyak hati dan kepala. Jika kemudian ada perbedaan, kita yakin semua masih bisa dibicarakan. Tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan, selama kita pegang prinsip persaudaraan.

3. APAHI berisi anggota dari berbagai profesi. Maka tujuan dalam ber-APAHI bisa bermacam-macam: dari sekedar persaudaraan, murni berniat melestarikan, hobi/kesenangan hingga makelar juga bakulan. Semua kita tampung tanpa beda perlakuan.

3. Ayam Hutan adalah satwa liar. Menurut info yg saya dengar, para aktivis lingkungan sangat tidak sepakat jika satwa liar dieksploitasi. Ini mesti kita catat.

4. Banyak kasus kematian Ayam Hutan di sangkar/penangkaran yg berawal dari serangan penyakit. Kesimpulan sementara saya, banyak diantara kita yg kurang sigap dalam mengatasi hal ini. Perlu dicatat bahwa mengobati ayam hutan yang sakit bukanlah hal mudah, berbeda dengan ayam jenis lain. Kalaupun sembuh, umumnya lewat jika ayam kita kembali sakit. Maka tindakan preventif adalah yg terbaik. Cegah ayam kita dari kemungkinan serangan penyakit. Master Messala Anggen cukup lihai dalam hal ini. Belajarlah.

5. Meski pelan, kita terus dan terus menata organisasi kita. Jangan pernah lelah, apalagi lengah. Kopdar demi kopdar sukses kita laksanakan. Hari ini tadi, kopdar Reg Malang dan Reg Mojokerto-Jombang telah sukses dilaksanakan. Selamat buat teman-teman.

6. Mari persiapkan ayam hutan gantangan. Tapi kita musti hati-hati, jangan sampai diklaim kita mengeksploitasi. Hingga kini blm banyak yg berani membawa gacoan turun ke lapangan. Takut ayam rusak, dan lain-lain. Tapi harus dicoba, Kawan. Harapannya, saat kita gelar lomba ayam hutan gantangan akan meriah, dari berbagai daerah banyak berdatangan.

7. Saya mengajak, mari terus dan terus berkreasi. Kita musti berjaya di negeri sendiri.

Demikian.

Tulisan ini dipublikasikan di Ayam Hutan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan