Memelihara Ayam Hutan

Saya ulangi lagi, bahwa memelihara AHH itu selain butuh kapital(uang)+waktu yang lumayan, juga butuh kesabaran. Sabar dalam segala hal tentunya. Saat mau membeli, harus sabar; terlebih saat beli lewat online(istilah ini bahasa indonesianya apa ya?). Sebab saat anda kesusu

(tergesa-gesa/tidak sabar) maka akan jadi sasaran empuk para makelar palsu. Maka belilah dengan sabar (dan uang juga tentunya) supaya bisa mendapatkan barang yang istimewa dan aman dari penipuan.
Kedua sabar dalam menjual. Jika dagangan yang Anda tawarkan tidak ada yang menanggapi, tenang saja. Bisa jadi itu ada yang melirik namun dananya belum cukup. Jangan tergesa-gesa dijual murah. Saya khawatir Anda akan menyesal di kemudian nanti. Tunggulah hingga calon pembeli ada cukup dana untuk menebusnya. Hal ini juga akan bermanfaat dalam menyetabilkan harga. Sabarlah, jangan takut bersaing dengan pedagang lain.

Ketiga, sabar dalam memelihara. Tidak mungkin DOC AHH dalam kurun 1 atau 2 bulan langsung keluar rawis ijo apalagi disuruh kluruk. Butuh waktu cukup lama untuk itu. Sabar pulalah jika tiba-tiba piaraan Anda sakit atau bahkan mati. Tak usah tergesa menyesali, atau karena kelebihan dana lalu tergesa cari ganti. Mari sabar dan belajar lagi.

Selanjutnya sabar saat jadi makelar. Hehe.. Keuntungan yang besar bisa jadi memang menggiurkan. Gampangane tanpa modal Anda bisa makan enak dan udud gratis. Tapi jika gagal, nama Anda rusak selama-lamanya. Rugi segalanya wis. Tenin.. Bakal rugi njaba njero, buntung kiwa tengen. Atau, bisa jadi karena bermodal besar, Anda mengoleksi sebanyak-banyak DOC hingga berjumlah ratusan. Apa dikiranya mudah ngopeni DOC AHH sebanyak itu? Maka ujung-ujungnya, bisa jadi Anda bukannya untung tetapi malah buntung. Ingat ini.

Terakhir, sabar dalam membaca dan jangan tergesa-gesa menanggapi miring tulisan ini. Hihihi.. Itu.

Tulisan ini dipublikasikan di Ayam Hutan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan