AYAM HUTAN

Menurut berbagai literature, hingga saat ini terdapat 4 spesies ayam hutan yang semuanya hanya tersebar di Asia. Keempat jenis ayam hutan tersebut adalah:

  1. Ayam hutan merah/Red Junglefowl (Gallus gallus)
  2. Ayam hutan abu-abu/Grey Junglefowl (Gallus sonneratii)
  3. Ayam hutan Srilangka/Ceylon Junglefowl (Gallus lafayetii)
  4. Ayam hutan hijau/Green Junglefowl (Gallus varius)

Dari keempat jenis ayam hutan tersebut, 2 diantaranya (Ayam Hutan Hijau dan Ayam Hutan Merah) merupakan endemic Negara Indonesia. Tentu ini sangat luar biasa membanggakan. Maka tidaklah mengherankan jika banyak penggemar ungas baik dari dalam maupun luar negeri sangat begitu tertarik untuk bisa memeliharanya, sebab Ayam Hutan Hijau (AHH) dan Ayam Hutan Merah (AHM) memang memiliki suara kokok yang unik serta tampilan yang begitu cantik dan menawan.

Populasi Ayam Hutan Hijau tersebar di hampir seluruh wilayah di pulau Jawa, Bali, Lombok, Madura dan Sumatera bagian selatan. Sedangkan Ayam Hutan Merah ada beberapa jenis yang kami temukan, diantaranya Ayam Hutan Merah Jawa (Bekikuk/Kasintu/AHMJ), Ayam Hutan Merah Sumatera (AHMS), Ayam Hutan Merah Sulawesi (AHMSul), Ayam Hutan Buton dan lain-lain. Ada juga jenis Ayam yang hidup liar di hutan dan di perkebunan sawit yang mirip dengan AHMS, tapi kami meyakini itu bukan termasuk jenis Ayam Hutan. Orang daerah Sumatera menyebutnya Berugo/Brugo. Ada perbedaan secara fenotip antara AHMS dengan Berugo/Brugo.

Hingga saat ini, menurut pantauan kami,  perburuan (penembakan) dan penangkapan (jaring, racik, kalajepret) terhadap berbagai jenis Ayam Hutan itu masih terus marak terjadi di hampir seluruh daerah yang ada populasi ayam hutannya. Tentu ini sangat menghawatirkan, sebab menangani ayam hutan yang biasa hidup liar untuk dipindah di kandang terbatas bukanlah hal mudah bagi mereka yang awam. Jual beli Ayam Hutan hasil tangkapan hutan pun marak dilakukan. Baik itu secara online maupun di pasar-pasar hewan. Ada ratusan atau bahkan ribuan ayam hutan tangkapan yang diperjualbelikan setiap tahunnya. APAHI melakukan pantauan terhadap itu hampir di semua daerah.

APAHI (Asosiasi Pelestari Ayam Hutan Indonesia) hadir untuk mengontrol dan mengawasi peredaran Ayam Hutan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Hal ini begitu penting, sebab Ayam Hutan adalah salah satu kekayaan hayati yang kita miliki dan tentu saja tak boleh punah. Keberadaan Ayam Hutan yang cantik nan menarik, mesti kita pertahankan. Kami berharap kelak, anak cucu kita masih bisa menemuinya tak sekedar dalam wujud gambar, tidak pula kita harus mengimpor Ayam Hutan milik kita sebagaimana yang pernah terjadi pada Burung Jalak Bali.

Tulisan ini dipublikasikan di AHH, Ayam Hutan, Ayam Hutan Hijau. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan