Merawat DOC Ayam Hutan (Teori dasar untuk pemula)

Baiklah, mari kita lanjut. Namun perlu diketahui sebelumnya bahwa saya tidak akan membahas kandungan dan manfaat sinar matahari pagi untuk kesehatan unggas secara ilmiah. Semua yang saya tulis adalah murni pengalaman dan hasil diskusi dengan teman-teman sesama penghobi Ayam Hutan. Sebab sering muncul pertanyaan, “Apakah DOC Ayam Hutan perlu dijemur?” “Kapan waktu yang tepat untuk menjemur DOC Ayam Hutan?” “Berapa lama DOC Ayam Hutan mesti dijemur di bawah sinar matahari?” dan banyak pertanyaan lain.

Setiap makhluk hidup butuh sinar matahari. Demikian juga ayam. Hanya saja ada porsi yang mesti diperhatikan. Cahaya matahari saat pagi hari paling bagus untuk menjemur ayam. Kisaran jam 07.00-10.00 rasanya cukup bagus untuk menghangatkan tubuh. Namun DOC jangan dijemur selama 3 jam itu, bisa mati kehausan. Jemur secukupnya, yang penting tubuhnya hangat. Jadi sinar matahari berfungsi sebagai penghangat tubuh saja. Penghangat kan bisa diganti sinar lampu pijar? Mungkin ada yang bertanya seperti itu. Boleh, tapi ada fungsi/manfaat lain dari sinar matahari pagi selain sebagai penghangat. Bisa sebagai penguat tulang, membantu metabolisme tubuh dll. Juga bulu akan menjadi lebih indah jika ayam mendapat sinar matahari pagi yang cukup. Biasanya ayam akan terlihat lesu jika kurang sinar matahari dan bulu menjadi keriting serta tidak rapi.

Yang perlu diingat saat menjemur DOC adalah jangan sampai ditinggal pergi terlalu lama. Sebab sering terjadi, ayam hutan dijemur lalu ditinggal pergi dan akhirnya mati karena dehidrasi. Maka sekiranya tidak punya waktu untuk menunggu, pilihlah tempat yang setelah 1 jam kemudian redup/tidak terkena paparan sinar matahari dan aman dari gangguan hewan lain. Lebih mudahnya bisa dicantelkan di dahan pohon misalnya.

Dua hal lagi, ambil tempat minum dari sangkar saat dijemur dan jangan memberi minum tepat setelah ayam dijemur (masih megap-megap) Kedua hal ini akan menyebabkan ayam terkena pilek. Begitu dulu Pemirsa, lanjut lain waktu. Jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar yang tersedia. Nuhun.

Tulisan ini dipublikasikan di AHH, Ayam Hutan, Ayam Hutan Hijau, merawat ayam hutan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan