Merawat DOC Ayam Hutan (Teori dasar untuk pemula)

Ini adalah tulisan ke-3 pada bab perawatan DOC Ayam Hutan. Setelah menyadari, memersiapkan dan trik belanja ayam hutan, kini kita masuk ke langkah perawatan. Perlu diingat bahwa yang saya sampaikan adalah teori dasar atau standart umum perawatan DOC Ayam Hutan. Artinya, bagi yang sudah berpengalaman lama menangani dan merawat ayam hutan bisa jadi memiliki teori yang sedikit berbeda karena pengalaman.

Baiklah, kita langsung masuk ke pokok pembicaraan. Seperti yang saya sampaikan di tulisan sebelumnya, kita butuh tempat/media perawatan DOC ayam hutan. Beberapa contoh adalah kardus bekas air mineral, sangkar burung atau boleh juga ember bekas cat ukuran 25kg. Jika menggunakan sangkar burung, ada baiknya tutuplah separoh bagian bawah dari sisi-sisi sangkar dengan kardus. Ini berfungsi sebagai penahan angin. Sebab seringkali ayam hutan itu tahan dingin tetapi tak tahan angin.

Yang selanjutnya adalah lampu penghangat. Gunakanlah lampu pijar ukuran 5 watt sebagai penghangat dan penerang. Pasang di posisi menggantung, sesuaikan tingkat kehangatannya. Perlu diingat dan saya tekankan, lampu ini berfungsi sebagai penghangat ruangan dan penerang, bukan pemanas. Sebab jika ruangan terlalu panas, DOC akan kegerahan lalu mengalami dehidrasi. Akibatnya DOC akan minum dan minum hingga nafsu makan turun. Jika sudah begitu, DOC ayam hutan akan mengalami pilek dan tidak mudah disembuhkan.

Alas. Untuk alas wadah, ada beberapa pilihan; Kertas koran, kain bekas, tatal kayu bekas pasahan, pasir/tanah dan bisa juga rumput kering. Anda boleh pilih yang mana saja.

Pakan. Perlu diketahui bahwa ayam hutan ini jenis unggas “priyayi”. Mereka makan tidak terlalu banyak, tapi butuh kualitas. Jadi jika dikasih voer, batasi saja volumenya. Porsinya cukup sekali makan dan harus habis. Selain voer ayam, bisa juga dikasih voer burung. Tapi ini agak boros karena voer burung cukup mahal harganya. Kasihlah pakan pagi dan sore saja. Jangan takut dan khawatir ayam akan mati. Justru jika kebanyakan makan, ayam jadi tidak sehat. Pakan bisa diberikan bentuk basah tanpa minum, atau kering dengan sedikit minum. Untuk DOC, tak perlu dikasih EF (Exstra Fooding) atau makanan tambahan seperti jangkrik, ulat hongkong, rayap dll. Kalau buah seperti tomat boleh, tak usah terlalu banyak. Jika alas berupa tanah/pasir, pakan bisa disebar saja di alasnya.

Lalu bagaimana dengan perawatan keseharian, apakah butuh dijemur, dibersihkan alasnya, jika ada yang sakit bagaimana? Beberapa pertanyaan itu akan kita jawab di tulisan berikutnya. Salam pelestarian. APAHI Bisa!

Tulisan ini dipublikasikan di AHH, Ayam Hutan, Ayam Hutan Hijau, merawat ayam hutan, Uncategorized. Tandai permalink.

1 Response to Merawat DOC Ayam Hutan (Teori dasar untuk pemula)

Tinggalkan Balasan