Merawat DOC Ayam Hutan (Teori dasar untuk pemula)

Setelah kita menyadari dan mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan perawatan DOC Ayam Hutan, kini kita melangkah ke tahap berikutnya yaitu belanja DOC Ayam Hutan. Kita mesti jeli dan hati-hati dalam hal ini. Sebab bila tidak, penyesalan dan kerugian akan segera melanda. Sebab apa? Bisa jadi kita (merasa) tertipu dan lain-lain. Baik, kita langsung menuju ke tips belanja DOC Ayam Hutan saja.

  1. Jika belum bisa membedakan wujud DOC ayam hutan dengan DOC Bekisar, jangan sekali-kali membeli DOC di pasar hewan. Sebab jika kita belanja di pasar hewan, kemungkinan tertipu sangat besar. DOC bekisar betina akan dibilang DOC Ayam Hutan oleh penjualnya. Dalam hal ini, banyak atau bahkan hampir setiap pemula lebih memilih membeli DOC di pasar hewan sebab tergiur harga yang murah.
  2. Belilah ke seller (penjual) di pasar online yang terekomendasi terutama oleh APAHI. Dengan minta rekomendasi ke APAHI maka Anda akan diarahkan ke penjual yang tertpercaya dan terdekat dengan lokasi tempat tinggal Anda. Mengapa Dengan lokasi yang tidak terlalu jauh bisa meminimalkan resiko kematian dan dehidrasi saat pengiriman. Syukur jika bisa membeli langsung ke rumah penjual, bisa sekalian ngopi bareng.
  3. Jika ragu dengan penjual, gunakan rekber (rekening bersama). Dengan rekening bersama, diharapkan dapat meminimalisir penipuan agar tak ada pihak yang dirugikan dan nama baik penjual akan tetap terjaga.
  4. Jika muncul keraguan, mintalah bantuan team pantau APAHI untuk membantu mamantau barang yang akan Anda beli. Memang akan ada sedikit biaya tambahan, namun Anda akan lebih mantabs dalam bertransaksi.
  5. Belilah minimal 2 ekor DOC, agar tak kesepian saat dalam perawatan. Ada baiknya pula saat membeli DOC ayam hutan kita juga membeli DOC ayam kampung yang umurnya sedikit lebih tua. Ayam kampung ini berguna sebagai tukang momong, mengajari DOC ayam hutan bagaimana cara mencari makan/ceceker dan menambah nafsu makan. Ayam kampung makannya banyak, dan harapannya ayamhutan terbawa serta ikut lahap dalam menyantap makanan yang kita berikan.
  6. Tidak usah meminta garansi jenis kelamin. Sungguh tidak mudah membedakan jenis kelamin ayam hutan saat masih DOC. Jika ada yang berani menggaransi, saya justru ragu itu hanya trik jual beli agar segera laku. Saat ini jantan/betina sama-sama dicari, sebab sebagai bahan beternak ayam hutan ori.
  7. Terahir, sebenarnya yang dimaksud DOC itu saat anak ayam masih berumur di bawah 1 minggu. Di atas umur satu minggu biasa disebut kuthuk. Nah, saran saya belilah kuthuk yang umurnya sudah di atas 2 minggu, syukur sudah sebulan lebih. Ini cenderung lebih aman untuk dipelihara.

Tulisan ini dipublikasikan di Ayam Hutan, Uncategorized. Tandai permalink.

1 Response to Merawat DOC Ayam Hutan (Teori dasar untuk pemula)

  1. Tohir berkata:

    Alhamdulillah, akhirnya launching web APAHI, dengan tulisan pertama tentang DOC Ayam Hutan…terimakasih

Tinggalkan Balasan ke Tohir Batalkan balasan